Selasa, 25 Februari 2014

Mengenal Lebih Jauh Female Ego Dan (mencoba) Menaklukannya

Banyak artikel diluar sana yang memuja-muji sosok wanita. Seolah mereka adalah malaikat yang diturunkan Tuhan ke bumi untuk membuat para pria bahagia.

Dan hampir semua pria akan mengangguk-ngangguk setuju bahwa wanita akan membuatnya bahagia. (termasuk saya dulu saat muda hehe)

Ya, saat muda. Sang Ego (Ego = perasaan merasa paling baik dari orang lain) memang berada pada kondisi yang lagi panas-panasnya. Orang muda merasa ialah yang terbaik dari orang lain. Dan yakin bahwa hidupnya akan bahagia sampai tua nanti. Pathetic.

Dan wanita yang dalam hal ini manusia biasa juga memiliki ego. Apalagi sedari muda mereka dikejar-kejar cowok.

Hal itu makin menambah ego nya membumbung tinggi setinggi langit ketujuh (serius!)
Anda pernah mencoba mendekati wanita tapi mereka bertindak bitchy seperti tidak bales sms dan seolah-olah nggak butuh elu. Man, they are just scared of themselves.

Ya mereka hanya takut dengan diri mereka sendiri. Karena mereka sadar bahwa mereka akan menjadi TUA.

Ya tua, pernah perhatiin nggak siapa sih yang paling keliatan tua dari temen-temen SMP or SMA lu? Cowok or cewek. Kebanyakan ya cewek. Mereka terlihat lebih cepat menjadi dewasa, entah kenapa. Apalagi setelah menikah, terlihat sekali perbedaannya.

Menjadi tua adalah ketakutan terbesar wanita. Apalagi wanita yang saat muda dipuja-puja karena kecantikkannya. Mereka seolah tidak terima bahwa fisik yang dibanggakan selama ini pelan-pelan memudar dan sirna ditaklukkan oleh waktu.

Mereka lalu mencoba berbagai kosmetik dan operasi untuk membuat mereka terlihat lebih muda dan cantik. Selain itu mereka juga melakukan seleksi terhadap para pria yang mendekatinya. Kira-kira pria mana ya yang bisa menjamin kecantikan (baca: kehidupan) nya agar bisa bertahan atau setidaknya meningkatkan status sosial dihadapan orang lain.

Ingat wanita lebih sosial daripada pria. Perhatikan saja di FB, siapa yang paling sering eksis dialah orang yang paling sosial. Menjadi lebih sosial berarti memiliki keinginan untuk diperhatikan secara personal. Segala pemujaan dan perhatian menjadi seperti nafas bagi wanita-wanita tersebut. Jika tidak mendapatkannya mereka menjadi galau dan kalut.

Lalu pertanyaannya adalah gimana ya gw bisa ngegaet si A?
Jawaban gue: ya tergantung dia mau nggak sama lu.

Mau anda jungkir balik dihadapannya, kasih mobil dan rumah klo dia nggak mau ya anda nggak bisa dapetin. Ingat yang kita harapkan adalah sosok manusia bukan benda.

Sebenernya sih wanita yang paling beruntung itu adalah saat ia bisa hidup tanpa kerja keras.
Caranya; menikahi pria yang sukses, mapan dan setia.

Nah dari sana aja seharusnya kan yang berposisi mengejar adalah si wanita. Wanita yang ngejer pria, bukan si cowok yang ngejer cewek. (dunia ini memang kebalik :D)

Tentang ego wanita lagi. Klo wanita itu ingin merasa menjadi spesial. Mau dia jelek atau cakep she is wants to be special like queen at korean drama. Ngeribetin.

Yah pada akhirnya yang terjadi adalah Perang Gender. Perang ego antara pria dan wanita. Siapa yang menang siapa yang kalah semuanya benar dan salah. Well, kita ini kan sebenernya makhluk biologis yang juga berkewajiban memperbanyak jumlah spesies. (btw, spesies kita udah kebanyakan lho)

So, my message to all men is: jangan terlalu ngarep lah sama satu wanita.
And, pesen gw buat cewek: hati-hati cepet tua :D

Hargai diri sendiri dengan meningkatkan value (nilai) dan bargaining position (daya tawar) anda.

Dan seperti biasa... milikilah banyak uang.
Karena kehidupan ini adalah soal SURVIVE. Bukan soal cinta mencintai sang "malaikat palsu".

Salam kemenangan,
Great Victory to Men side
Mang.Damin
Protected by Copyscape Online Plagiarism Detection

Selasa, 04 Februari 2014

Trik Isi Pulsa Kartu AS dengan Harga Murah Selangit!


Udah punya kartu AS tapi masih ngerasa kemahalan setiap isi ulang pulsa.
(Biasa telkomsel emang rajanya mahal soal urusan pulsa)

So, gimana cara ngakalinnya biar beli pulsa nggak mahal tapi kartu terus aktif?
Nih gw kasih tau triknya...

Beli pulsa transfer!
Contohnya di lapak agan ini klik

Bedanya pulsa transfer & pulsa reguler apa gan?
Ya klo pulsa transfer nggak nambah masa aktif tetapi dengan harga yang lebih murah.
Tinggal ngakalinnya aja gan. Nggak nambah masa aktif bukan berarti pulsa transfer nggak berguna lho, malah menguntungkan karena harganya murah.

Sesuai dengan motto rakyat Indonesia : YANG PENTING MURAH, (klo bisa gratis) :p

Nah, kartu as ini punya keunikannya sendiri yaitu akan memperpanjang masa aktifnya jika penggunaan pulsa sudah melewati seribu rupiah per 30 hari.

Disini kita bisa mengakalinya, dengan pulsa transfer. Ngapain beli pulsa reguler mahal-mahal klo anda bisa beli pulsa transfer yang jelas lebih murah.

Yang jadi persoalan disini adalah, apakah sang penjual pulsa tersebut adalah orang yang jujur. Untuk itu diperlukan kejelian dalam melihat lapak dagangannya. Khususnya di internet yang rentan sekali terhadap penipuan. Jika anda memang sudah sering belanja online, maka anda akan punya sense tersendiri apakah seller jujur atau tidak. Coba beli dulu pulsa dalam nominal kecil untuk ngetes apakah seller tersebut beneran jujur.

Selamat menggunakan trik ini :)
YANG PENTING MURAH!

talikolor.com
2014

Protected by Copyscape Plagiarism Tool

Kamis, 16 Januari 2014

Lampung - Benteng Terakhir Konservasi Badak Sumatera

agfeed

Provinsi Lampung menjadi benteng terakhir pelestarian Badak Sumatera di Indonesia.
Hal tersebut, dikatakan Direktur Yayasan Badak Indonesia (YABI) Widodo Ramono pada kegiatan "Pelatihan Penegakan Hukum bidang Kehutanan Perburuan dan Perdagangan Satwa Dilindungi", Kamis (19/12/2013).

Ia mengatakan, Badak Sumatera, merupakan satu dari lima jenis badak yang masih bertahan hidup di dunia.
"Badak sumatera kekinian hanya ada di Lampung, yaitu sekitar 40 badak di TNBSS dan 40 badak di TNWK. Sedangkan di Taman Nasional Kerinci Seblat sudah tidak lagi ditemukan badak. Karenanya, Lampung menjadi benteng terakhir konservasi badak sumatera di Indonesia," jelas Widodo.

Ia menjelaskan, jumlah Badak Sumatera di Indonesia menurun drastis sejak tahun 2000. Tiga belas tahun silam, masih ada 800 badak yang tersebar di sejumlah daerah.

Tapi kekinian, sambungnya, hanya ada 100 Badak Sumatera yang 80 badak di antaranya berada di Lampung.

80 badak tersebut, kata dia, berada di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang terdapat di Kabupaten Lampung Barat serta Tanggamus.
"Sedangkan 20 badak laiƃ±nya berada di Kalimantan, dan Sabah Malaysia," terang Widodo.
Menurut Widodo, penurunan drastis jumlah populasi Badak Sumatera itu, disebabkan terutama oleh perburuan liar serta perambahan hutan.

"Untuk itu upaya pengamanan dari peburuan dan perdangan satwa yang dilindungi merupakan upaya yang utama.Aparat penegak hukum juga jangan menoleransi siapa pun pelaku perburuan liar serta perdagangan satwa dilindungi," tandasnya.

Sumber: Link

Selasa, 14 Januari 2014

Memantau Akuisisi Kapal Perang Nakhoda Ragam Class


Rencana Indonesia membeli 3 Korvet Nakhoda Ragam Brunei Darussalam memang ngeri-ngeri sedap. Ngeri, karena semua calon pembeli akhirnya mengundurkan diri: Vietnam, Aljazair, Irak, Malaysia dan Filiphina. Sedap, karena sistem komunikasi dan senjata korvet Nakhoda Ragam bisa diintegrasikan dengan 4 korvet Sigma milik Indonesia.

Sistem senjata dan elektronik ketiga korvet Brunei lebih hebat daripada korvet Sigma Indonesia. Anti-udaranya telah menggunakan peluru kendali Seawolf. Sementara Sigma Indonesia masih menggunakan Mistral. Korvet Brunei juga dilengkapi sensor anti kapal selam (Thales Underwater Systems hull-mounted sonar), serta piranti canggih lainnya: Radamec electro-optic weapons director , Thales Sensors Cutlass countermeasures dan Scorpion radar jammer. 7 korvet modern yang bergerak dengan sistem terintegrasi, tentu akan menjadi mesin perang yang mematikan. Belum lagi jika dikombinasikan dengan fregat kelas Van Speijk. Formasi tempur kapal Indonesia akan semakin beragam.

Lalu mengapa korvet Brunei ditolak berbagai negara? Beberapa pengamat militer Internasional menduga, korvet Nakhoda Ragam memiliki cacat teknis. Korvet dikabarkan bergetar dan agak miring ketika dipacu cukup kencang. Hal ini akibat ukuran kapal yang kecil, namun diisi rudal atau sistem senjata yang besar. Getaran kapal dikhawatirkan mempengaruhi sistem stabilizer senjata, sehingga daya tembak bisa tidak akurat. Ukuran Korvet buatan BAE Systems Surface Ships Inggris ini, nyaris sama dengan Korvet Sigma Indonesia buatan Belanda. Keduanya memiliki panjang kurang-lebih 90 meter dan lebar 13 meter. Daya tampung juga sama, kurang lebih 80 kru.

Nakhoda Ragam Perbedaan mencolok adalah, Korvet/ Light Frigat Nakhoda Ragam memiliki bobot 1940 ton, sementara korvet sigma lebih ringan, yakni 1692 ton. Bobot yang lebih berat membuat kecepatan jelajah Nakhoda Ragam turun menjadi 22km/jam. Sementara korvet Sigma melaju dengan kecepatan jelajah 33km/jam, untuk jarak 6700 km. Kecepatan Korvet/Light Frigat Nakhoda Ragam yang lambat, membuat bahan bakar dan makanan yang dibutuhkan menjadi lebih banyak. Sementara kapasitas penampungan logistik terbatas. Untuk itu banyak yang berpendapat daya jelajah (kemampuan melaut mandiri) Nakhoda Ragam, termasuk pendek dibandingkan kapal sekelasnya (Ocean Patrol Vesel/ Frigate). Korvet Nakhoda Ragam yang mampu mengangkut satu helikopter, dianggap terlalu dipaksakan untuk menjadi Light Frigat. Berbeda dengan Sigma Indonesia yang memang didisain untuk kelas korvet.

Namun jika dilihat dari jenis persenjataan dan sistem elektroniknya, Light Frigate Nakhoda Ragam sangat siap untuk bertempur. 


Persenjataan yang diusung:
• 2 x 4 MBDA Exocet MM40 Block II missile launcher. • MBDA Seawolf surface-to-air missile. • 1 x Oto Melara 76mm gun. • 2 x MSI Defence DS 30B REMSIG 30mm guns • 2 x 3 324mm torpedo tubes BAE Systems. • Thales Sensors Cutlass 242 countermeasures. Rudal Exocet MM40 Block II (tenaga roket) bisa dikonversi menjadi Block III (tenaga jet), sehingga jangkuannya mencapai 180 km, dibandingkan Block II hanya 75 km. Radar dan Alat Sensor: • Radamec 2500 electro-optic weapons director. • Thales Underwater Systems TMS 4130C1 hull-mounted sonar. • BAE Sys Insyte AWS-9 3D E & F-band air & surface radar. • BAE Insyte 1802SW I/J-band radar trackers. • Kelvin Hughes Type 1007 navigation radar. • Thales Nederland Scout radar for surface search. • 1 Helikopter sekelas S-70B Seahawk.

Nakhoda Ragam telah dilengkapi Nautis II command and weapons control. Nautis II merupakan piranti multifungsi untuk berhadapan dengan ancaman: udara, permukaan dan laut. Data/ informasi disuplai oleh berbagai sensor dan sistem senjata, untuk dimunculkan ke War-Room, seperti navigasi, target tracking, ancaman, alokasi senjata dan weapons control functions. Kemampuan kapal ini hampir sama dengan Light Frigate Lekiu Class Malaysia. Hanya saja Lekiu memiliki hanggar helikopter.

Indonesia memang ditempatkan pada situasi yang tidak memiliki banyak pilihan. Ambang batas minimum persenjataan memang harus dipenuhi. Dan TNI telah menetapkan standar Minimum Essential Force (MEF) yang harus dicapai pada tahun 2014. Sementara program korvet nasional yang dicanangkan sejak tahun 2002, belum juga terwujud hingga tahun 2012.
 

Ada gap antara kualitas KRI sekarang dengan target modernisasi yang harus dicapai. Untuk menutupi gap tersebut, TNI AL berharap bisa mengakusisi Light Frigate Nakhoda Ragam milik Brunei Darussalam. Situasi inilah yang disampaikan pihak TNI dan Kementerian Pertahanan saat rapat kerja dengan komisi I DPR. Hasilnya, Komisi I DPR akhirnya mengendurkan tekanannya dalam menolak pembelian 3 fregat buatan Inggris yang diajukan Departemen Pertahanan. “Menurut saya harganya murah sekali. Tapi pada intinya kita upayakan harganya lebih murah,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPR, Hayono Isman.

Rencananya Light Fregat Inggris tersebut akan dibeli seharga 300 juta USD. Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin mengaku, DPR membentuk tim independen untuk memeriksa kelayakan 3 Light Frigate yang dibeli Brunei tahun 202 tersebut. DPR ingin memastikan harga pembelian ditambah biaya retrofit dan upgrade senjata, masih lebih murah jika dibandingkan dengan pembelian frigat baru.

Ketiga Light Frigate Nakhoda Ragam dihargai 300 juta USD, belum termasuk retrofit karena sudah 10 tahun bersandar di galangan kapal Lursen Jerman. Sementara saat membeli 4 korvet Sigma dari Belanda, Indonesia harus mengucurkan 680 juta USD. Kalaupun TNI jadi membeli 3 Nakhoda Ragam Class, harus benar-benar diperhatikan retrofit dan repoweringnya, untuk memastikan light frigate tersebut benar benar siap bertempur dalam perang modern...


Sumber: Link
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
>