Jumat, 27 November 2015

Hemat Baterai dengan Layar Pintar ini



Salah satu komponen ponsel yang paling boros baterai adalah layar. Utamanya kala pengguna menyetel tingkat kecerahan layar maksimum saat menjajal ponsel di bawah sinar matahari.

Boddle Technologies ingin mengatasi keborosan tersebut. Anak perusahaan di bawah naungan Oxford University itu menciptakan teknologi layar pintar atau smart-screen, sebagaimana dilaporkan DigitalTrends dan dihimpun KompasTekno, Jumat (27/11/2015).

Layar tersebut menggunakan phase-change material (PCM) yang hampir tak menggunakan daya sama sekali dalam pengoperasiannya. Walau begitu, layar akan tetap memberikan tampilan cerah. Bahkan saat berada di bawah matahari sekalipun.

Sebab, PCM adalah bahan yang bisa menyesuaikan diri dengan cepat dalam berbagai kondisi. Pada temperatur tertentu, bahan ini cepat meleleh dan cepat pula memadat.

Keunikan lainnya, bahan ini bisa menyerap energi pada satu waktu, menyimpannya dan lalu mengeluarkannya pada saat tertentu. Dengan dua kemampuan tersebut, PCM bisa mengolah energi yang dibutuhkan dalam mengoperasikan layar.

Sehingga, layar dengan PCM tak perlu disuapi energi dari baterai ponsel secara berlebihan. Menurut pendiri Bodle Technologies Dr Peiman Hosseini, layar pintar ciptaannya bakal sangat dibutuhkan vendor.

"Kau harus mengisi daya smartwatch tiap malam. Dengan layar pintar, kau cukup mengisi daya seminggu sekali," ia mengklaim.

Saat ini, layar pintar masih terus dalam proses pengujian. Bodle Technologies mengatakan bakal segera mengkomersialkannya, namun belum jelas kapan.

Dalam kurun waktu setahun ini, Bodle Technologies masih akan menggodok prototipe-prototipe penerapan layar pintar dengan PCM.

Menurut Bodle Technologies, layar pintar dengan PCM tak terbatas pemanfaatannya hanya untuk layar ponsel. Bahan tersebut bisa juga digunakan untuk menciptakan jendela pintar atau smart windows.

Dengan kemampuan penyerapan dan adaptasi tinggi, jendela dengan PCM bisa menyimpan suhu dingin ruangan. Sehingga pengguna tak perlu lama-lama menyalakan AC. Ini tentu akan berpengaruh dalam menghemat listrik.

http://tekno.kompas.com/read/2015/11/27/21040017/Layar.Pintar.Ini.Tumpas.Masalah.Borosnya.Baterai.Ponsel?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktswp

Turki Khawatis dengan Sistem Antipesawat S-400 Rusia

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Reuters)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan khawatir dengan penempatan sistem pertahanan udara S-400 Rusia di perbatasan Suriah-Turki pasca-penembakan pesawat militer Rusia oleh F-16 Turki. Erdogan memperingatkan Moskow, pihaknya akan mengambil tindakan jika ada pesawat Turki yang ditembak jatuh.

Erdogan mengatakan, 27/11/2015, Turki akan “mengambil langkah” jika sistem rudal S-400 Rusia menembak jatuh pesawatnya yang memasuki wilayah udara Suriah.

Sejak insiden ditembak jatuhnya pesawat Sukhoi Su-24 Rusia oleh jet tempur F-16 Turki pada Selasa 24 November, hubungan kedua negara masih dalam keadaan tegang. Dalam peristiwa itu seorang pilot Rusia tewas setelah diterjang peluru pemberontak Suriah saat berusaha menyelamatkan diri dari pesawat.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut insiden itu sebagai pengkhianatan dan menuduh Turki telah merencanakan penembakan tersebut. Di lain pihak, Turki bersikeras tindakan itu diambil karena pesawat Rusia telah melanggar wilayah udaranya, dan menuntut Kremlin untuk meminta maaf kepada Turki.

Rusia segera mengirim sistem rudal S-400 ke perbatasan Suriah untuk menembak jatuh semua ancaman yang menyasar pesawat-pesawat militernya. Sementara Turki langsung meluncurkan tindakan balasan dengan mengirimkan tank serta 18 unit pesawat tempurnya ke daerah perbatasan.
Okezone.com

Selasa, 24 November 2015

Hukuman Mati ala Kim-Jong Un

Kim Jong Un
Akibat tertidur dalam sebuah acara kenegaraan yang dihadiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Menteri Pertahanan Hyon Yong Chol harus menerima nasib dijatuhi hukuman mati. Dan, cara yang digunakan Kim Jong Un untuk mengeksekusi Yong Chol juga tak lazim yaitu menggunakan enam unit senjata anti-pesawat udara dan disaksikan puluhan petinggi negara.
Namun, menjatuhkan hukuman mati dengan cara “unik” nampaknya sudah menjadi kebiasaan Kim Jong Un. Sejak dia berkuasa pada 2011, sudah puluhan pejabat negeri itu dijatuhi hukuman mati termasuk sang paman Jang Song Taek.

Berikut beberapa metode hukuman mati yang kerap digunakan di Korea Utara di masa pemerintahan Kim Jong Un.

1. Ditembak pasukan bersenjata mesin
Jang Song Taek, adalah paman sekaligus mentor politik Kim Jong Un. Pria ini bahkan dianggap sebagai orang kedua yang paling berkuasa di Korea Utara.
Namun, kedua status itu ternyata tak cukup bagi Jang Song Taek untuk menyelamatkan nyawanya. Setelah dituduh berkhianat,Paman Jang dieksekusi di hadapan regu tembak bersenapan mesin pada Desember 2013.

Selain dituduh berkhianat Song Taek juga dituding melakukan korupsi, mengejar gaya hidup kapitalis dan menghabiskan uang 3 juta poundsterling di meja judi pada 2009.

2. Eksekusi mati dengan cara diracun
Setelah Jang Song Taek dieksekusi, kabarnya sang istri yang juga adalah bibi Kim Jong Un, merasa marah dengan keputusan keponakannya itu. dan dikabarkan meninggal dunia akibat stroke yang dideritanya. Perempuan itu mengalami stroke setelah pada Mei 2014 berdebat dengan Kim Jong Un terkait eksekusi suaminya.

Namun, awal bulan ini seorang pembelot Korea Utara mengklaim bahwa Kyong Hui meninggal dunia akibat diracuni, setelah dia mengajukan protes terkait kematian suaminya.

Selain membunuh Kyong Hui, Kim Jong Un kabarnya juga memerintahkan agar seluruh sisa keluarga Jang Song Taek, sekitar tujuh orang, dieksekusi mati.

3. Dibakar hidup-hidup
Cara ini kabarnya digunakan dalam eksekusi Wakil Menteri Keamanan Publik O Sang Hon, yang diketahui sebagai orang dekat Jang Song Taek.

O Sang Hong dieksekusi karena dikabarkan menjalankan perintah Jang Song Taek dalam mengubah fungsi sebuah departemen pemerintah.

4. Ditembak mortir
Seorang wakil menteri angkatan darat dieksekusi dengan cara ditembak dengan menggunakan mortir karena dikabarkan mabuk dan berpesta pora di masa berkabung setelah wafatnya Kim Jong Il pada 2011.

Sejumlah sumber di Seoul, Korea Selatan mengatakan Kim Jong Un saat itu memerintahkan agar sang wakil menteri dieksekusi hingga tak ada bagian tubuhnya yang tersisa.

Saat eksekusi digelar, Kim Chol, nama menteri itu, diperintahkan berdiri di sebuah titik sasaran tembak mortir. Setelah tembakan dilakukan, tubuh Kin Chol benar-benar lenyap.

http://jakartagreater.com/metode-hukuman-mati-di-korea-utara/

Senin, 23 November 2015

Beruntung Jadi Orang Paling Jelek di Zimbabwe



Seorang pria Zimbabwe bernama Mison Sere (42) memenangi kontes orang paling jelek di negara tersebut dalam ajang Mister Ugly, Sabtu (21/11/2015) waktu setempat.

Kontes Mister Ugly tersebut adalah ajang keempat yang digelar di negeri benua Afrika itu.

Namun, kemenangan Sere membuat marah para pendukung peserta lain yang menilai pria tersebut "terlalu tampan".

Para juri kontes memenangkan Sere karena giginya banyak yang copot dan wajahnya tak sedap dipandang, demikian dilaporkan Guardian, dikutip Time.

Sementara itu, rival Sere, William Masvinu, yang meraih predikat manusia terjelek sejak 2012, mengatakan bahwa Sere "terlihat jelek hanya ketika dia membuka mulutnya".

Oleh karena itu, Masvinu menilai, pesaingnya itu tidak benar-benar jelek.

Ketika kemenangan Sere diumumkan, keributan para pendukung peserta kontes berubah menjadi kekerasan. Massa memprotes juri yang memutuskan Sere sebagai pemenang.

Sementara itu, Sere yang mendapat hadiah 500 dollar AS atau setara Rp 6,8 juta tidak memedulikan para pengkritik.

"Mereka seharusnya menerima bahwa saya paling jelek dibanding mereka (peserta lain)," kata dia.

"Saya berharap dapat kontrak stasiun TV. Saya sudah berkeliling ke sekolah-sekolah untuk mempertunjukkan wajah jelek saya. Jadi, ini sebuah kesempatan bagi saya untuk masuk TV," kata Sere

http://internasional.kompas.com/read/2015/11/23/19260781/Di.Zimbabwe.Warga.Berebut.Jadi.Orang.Paling.Jelek?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktswp
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
>